Komisaris Utama/ Komisaris Independen
Lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan, tahun 1961. Julian menyelesaikan pendidikan Sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1985, Magister Manajemen di STIE Bumiputera pada tahun 2004, dan merupakan alumni Insurance School of Japan, Tokyo (ISJ) tahun 1999.
Pertama kali ditetapkan sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-246/MBU/07/2021 sejak tanggal 22 Juli 2021, setelah sebelumnya menyelesaikan tugas sebagai Komisaris Independen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2026 berdasarkan Keputusan para Pemegang Saham, beliau kembali ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).
Beliau adalah praktisi asuransi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri asuransi, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Utama Adira Insurance hingga April 2020. Beliau memulai karier di industri sebagai Underwriter sejak tahun 1989, kemudian menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia/AAUI (2011–2017), Wakil Direktur Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia/LPAI (2015–2017), Direktur Asuransi Himalaya (2010–2011), serta Wakil Direktur Utama, Direktur Pemasaran, dan Direktur Teknik Asuransi Bumida (2003–2010).
Beliau memegang gelar Ajun Ahli Asuransi Kerugian (AAAIK) sejak tahun 1994 dan Ahli Manajemen Risiko Perasuransian (AMRP) sejak tahun 2016. Beliau juga pernah aktif sebagai Pengurus AAUI dan Dewan Asuransi Indonesia (DAI), serta sebagai pengajar di LPAI, Sekolah Tinggi Manajemen Risiko & Asuransi (STIMRA), dan Jakarta Insurance Institute (JII).
Komisaris Independen*
Andre S. Parada Siahaan Lahir di Jakarta, 13 Januari 1984. Menempuh pendidikan Diploma III Ilmu Aktuaria di STAN Jakarta (2003–2006) dan Sarjana Manajemen Keuangan di Perbanas Institute (2007–2011). Terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2026 berdasarkan Keputusan para Pemegang Saham, beliau diangkat sebagai Komisaris Independen PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).
Beliau memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun sebagai pemimpin strategis dan pengembang properti, dengan keahlian di bidang tata kelola perusahaan, perencanaan strategis, dan manajemen risiko. Beliau Pimpinan di Vila Rizki Group, Pengembang kawasan Islami terbesar di Indonesia yang telah mengembangkan beberapa proyek seperti kawasan perumahan, high rise building dan area komersil berskala nasional.
Sebelum bergabung dengan Indonesia Re, beliau menjabat Komisaris Independen di PT Rizki Asfi Ilhami (sejak 2023) dan Komisaris di PT Rizki Mustika Abadi (sejak 2022), serta Deputy Managing Director di PT Asfi Ilhami Royhan (sejak 2014) dan PT Tinelco (GMT Group) (sejak 2012), memimpin berbagai proyek pengembangan hunian skala besar.
* Dalam proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh OJK
Komisaris*
Lahir 7 Juni 1972. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) pada tahun 1996 dan Magister Ekonomi Syariah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2009.
Terhitung sejak tanggal 3 Agustus 2026 berdasarkan Keputusan para Pemegang Saham, beliau diangkat sebagai Komisaris PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).
Mengawali karier di Kementerian Keuangan RI (1998–2016) dengan berbagai posisi di bidang pengelolaan Surat Utang Negara, analisis pasar keuangan, pengelolaan portofolio, transaksi Surat Berharga Syariah Negara, serta hubungan investor dan kreditor.
Selanjutnya, beliau berkarier di Kementerian BUMN (2016–2019) dalam bidang pengembangan usaha dan pembinaan sektor jasa keuangan, energi, logistik, kawasan, dan pariwisata. Pada periode yang sama, beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas (2016–2019).
Pada periode 2019–2021, memiliki pengalaman di PT Perkebunan Nusantara XII sebagai Direktur Komersial (2019–2020) dan SEVP Business Support (2020–2021), serta sebagai Komisaris Utama PT Industri Gula Glenmore (2020–2021) dan Komisaris PT Rolas Nuantara Medika (2019–2021). Tahun 2021–2026, menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, SDM & Umum PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, serta Komisaris PT PPI Industri (2022–2026).
*Dalam proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh OJK