02 March 2017 7773

Bedah Kosmetik Payudara

Halo semuanyaaaa~

Pagi ini kita akan membicarakan yang menyenangkan aja yaaa, yaituuu… payudara!

Pernah ngga, terutama pada underwriter, melihat di SPAJ atau LPK ada tulisan: riwayat implant payudara atau riwayat operasi pengecilan payudara. Nah lo, gimana tuh? Ada ngga sih bahayanya bedah kosmetik payudara buat kesehatan?

Pertama kali, tentu yang harus kita bahas adalah: bentuk payudara ideal seperti apa sih?

Coba bayangkan seperti ini, bagi payudara menjadi sisi atas dan sisi bawah dengan batas garis yang melalui puting susu tegak lurus terhadap garis sumbu tubuh. Payudara ideal adalah bila panjang sisi atas nya 2 x panjang sisi bawahnya. Kemudian proyeksi lurus puting susu terhadap dinding dada adalah setinggi/pada level garis lipatan payudara. Terakhir, pada penampakan samping bagian atas payudara harus menunjukkan garis yang relatif lurus dari pangkal dinding dada sampai ke titik puting susu, kemudian bagian bawahnya berbentuk kurva/lengkungan yang landai.

Bingung ngga? Garis atas, bawah, kurva… ini payudara apa nilai tukar dolar sih -___-

Intinya adalah, bentuk payudara ideal adalah bentuk yang lazim ditemui pada gambaran payudara wanita dewasa muda. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bentuk payudara wanita, seperti faktor etnis, usia, kondisi gizi, kehamilan, dll membuat banyak variasi pada bentuk dan ukuran payudara wanita.

Apa sih biasanya alasan wanita melakukan bedah kosmetik payudara?

Keluhan yang sering diungkapkan oleh klien-klien wanita terkait dengan bentuk payudaranya adalah proporsi volumenya yang rata/relatif kecil, atau justru kebalikannya berupa proporsi volume yang terlalu besar, serta bentuknya yang sudah mengendur pada ibu-ibu yang sudah melewati beberapa kali proses menyusui. Untuk wanita muda, biasanya menginginkan agar bentuk payudara mereka dapat lebih besar. Sementara wanita yang lebih berumur menginginkan bentuk payudara yang lebih kencang. Apakah ada yang mau payudaranya diperkecil? Adaaaa… Pada ras tertentu memang bentuk payudara dapat terlalu besar dan hal tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada beberapa orang.

Sebenernya, kalau tindakan bedah kosmetik payudara –selama dilakukan oleh dokter bedah kosmetik di rumah sakit dengan sarana mumpuni- mungkin tidak terlalu menjadi issue dalam seleksi risiko ya. Yang menjadi issue misalnya kalau dia melakukan implant payudara karena pernah ada riwayat pengangkatan payudara karena tumor/kanker.

Apa saja sih jenis dari bedah kosmetik payudara?

Berikut adalah beberapa jenis dari bedah kosmetik payudara:

1.  Breast Augmentation

Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi proporsi payudara yang relatif kecil, ada prosedur estetik yang disebut augmentation mammaplasty (breast augmentation), yaitu dengan memperbesar isi payudara dengan menambah sisipan kantung jel silikon steril (silicone implant) di bawah jaringan lemak dan kelenjar susu payudara.

Syarat dari prosedur ini adalah posisi puting susu relatif belum “merosot”, atau masih satu level dengan garis lipatan bawah payudara. Bila posisi puting susu sudah merosot, berarti masalah pada payudara adalah kekenduran payudara. Untuk membentuk estetik payudara seperti itu, perencanaan tidak hanya cukup dengan cara menambah volum payudara tetapi juga perlu prosedur “mengangkat” payudara (breast uplifting).


Silikon yang digunakan untuk menambah isi payudara adalah silikon semi-padat (jel) yang steril dan dibungkus dengan kantong polimer sintetis yang juga steril untuk mencegah jel bocor sekalipun tesinggung benda tajam. Bila kantung jel silikon ini diraba kekenyalannya akan seperti jaringan payudara biasa.

Contoh silikon

Sebagai peringatan, jangan pernah berfikiran untuk menambah isi payudara Anda dengan injeksi, apalagi bila Anda tidak mengetahui apa substansi cairan yang disuntikkan dan bagaimana keahlian medis orang yang menyuntikkan. Ini nih yang kebanyakan ada di salon atau klinik abal-abal. Kebanyakan injeksi payudara yang “murah-meriah” berisi silikon cair untuk kepentingan industri (contoh: cairan silikon untuk poles mobil atau perekat kaca akuarium) yang berbahaya dan menimblkan komplikasi. Silikon cair kelak tersebar menelusup ke jaringan-jaringan payudara yang longgar, dan mengiritasi jaringan di sekitarnya menimbulkan peradangan dan infeksi pada payudara dan area sekitarnya.

Akumulasi silikon cair pada jaringan longgar payudara akan menimbulkan perasaan seperti gumpalan-gumpalan tumor di bawah kulit. Bila penyuntikannya terlalu dangkal, silikon tersebut akan merusak kulit di atasnya menjadi kemerahan permanen bahkan luka. Bahan ini sejak lama dilarang oleh badan pengawasan obat dan makanan di negara-negara maju seperti AS, namun entah bagaimana penyalahgunaannya masih marak di negeri ini.

2.  Breast Reduction

Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi isi separuh bawah payudara, maka cara yang paling lazim adalah dengan membuat irisan “T terbalik”, membuat irisan bukaan horizontal di garis lipatan bawah payudara (seperti pada prosedur pembesaran payudara), dengan panjang tergantung berapa banyak lingkar payudara yang hendak dikurangi, kemudian dari titik tengah irisan tersebut diteruskan irisan bukaan vertikal menuju ke batas bawah puting susu. Irisan bukaan seperti ini efektif untuk mencapai massa payudara bagian bawah yang hendak dibuang sekaligus menarik lengkung luar payudara ke garis tengah. Payudara pascaoperasi kelak akan mengalami penurunan ukuran bra tidak hanya dalam hal ukuran lingkar dada (misalnya dari 38 ke 36) tetapi juga kaliber lingkar payudaranya (misalnya dari C ke B).

3.  Breast Uplifting

Menilik anatomi normal payudara, bahwa massa jaringan lemak dan kelenjar susu lebih banyak menempati lingkar bawah dan lingkar bawah-luar payudara, maka prinsip prosedur pengencangan payudara adalah mengangkat/mengembalikan posisi puting susu ke level sejajar lipatan bawah payudara, dan menyesuaikan bentuk lengkung bawah payudara yang kosong akibat ditinggalkan jaringan payudara di sekitar puting susu dengan menggeser jaringan dari bagian bawah-luar payudara. Prosedur ini disebut mastopexy (breast uplifting).

 

 

Derajat kekenduran payudara

Selain masalah bekas luka operasi, hal lain yang perlu Anda antisipasi pascaoperasi mastopexy (breast uplifting) adalah adanya risiko berkurangnya kualitas sensitifitas puting susu akibat cedera serat-serat saraf saat operasi, Sensitifitas puting susu umumnya akan berangsur-angsur membaik dalam 6 bulan. Adanya manipulasi pada kelenjar susu juga akan mengganggu produksi air susu ibu. Sehingga, bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk menjalani prosedur mastopexy (breast uplifting) ini, sebaiknya Anda memutuskan maju hanya bila Anda dan suami memutuskan untuk tidak hamil lagi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah operasi hampir sama dengan prosedur operasi breast augmentation. Hanya saja pada prosedur breast uplifting (mastopexy), biasanya klien akan lebih banyak tersita perhatiannya pada masalah bekas luka operasi. Pada prosedur breast uplifting (mastopexy), garis vertikal bekas luka operasi bila dirawat dengan baik sesuai petunjuk dokter lambat laun semakin halus dan memudar dalam 2-6 bulan.

Bagaimana cara melakukan seleksi risiko pada calon tertanggung dengan riwayat bedah kosmetik payudara?

Nah, kembali lagi ke masalah seleksi risiko. Jadi, hal yang harus kita perhatikan jika ada riwayat bedah kosmetik payudara pada calon tertanggung adalah sebagai berikut:

 

  1. Alasan dan indikasi dari bedah kosmetik payudara
  2. Ada tidaknya riwayat kelainan payudara, misalnya tumor atau kista
  3. Dokter serta lokasi tempat dilakukannya bedah kosmetik payudara
  4. Masa penyembuhan
  5. Ada tidaknya komplikasi
  6. Riwayat hamil dan menyusui

Jadi, ada yang tertarik untuk melakukan bedah kosmetik payudara kah?

 

 

*********

Penulis

Admin