29 October 2018 770

Encephalitis

 
 
Encephalitis merupakan peradangan pada jaringan otak. Sebagian besar kasus encephalitis disebabkan oleh infeksi virus, seperti Herpes Simpex Virus (HSV), Enterovirus, Tick-borne Virus, dll. Sebagian kasus lain disebabkan oleh infeksi bakteri, atau penyakit infeksi lain yang sedang diderita penderita. Encephalitis dapat menyerang siapa saja, namun beberapa kelompok orang seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan kekebalan tubuh dapat lebih berisiko terkena encephalitis.
 
Sumber Gambar : epainassist
 
Sebagian besar kasus encephalitis hanya menyebabkan gejala yang ringan seperti flu. Namun, pada beberapa kasus encephalitis yang berat, encephalitis dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf seperti kejang, kelemahan otot, paralysis, hingga gangguan kesadaran. Jika menemui tanda dan gejala yang mengarah ke encephalitis, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis encephalitis, seperti CT scan otak, lumbar puncture, EEG, dll.
 
Sumber Gambar : sciencedirect
 
Setelah diagnosis encephalitis ditegakkan, dokter akan meresepkan terapi sesuai dengan kondisi penderita. Jika kondisi penderita cukup baik, dokter biasanya hanya menyarankan penderita untuk beristirahat, mengkonsumsi banyak cairan, serta mengkonsumsi obat antiviral dan anti-inflamasi oral. Encephalitis yang lebih berat biasanya memerlukan rawat inap dan pengobatan yang lebih intensif dari dokter.
 
Karena disebabkan oleh infeksi virus, encephalitis bisa kita cegah! Untuk mencegah encephalitis, hendaknya kita menerapkan prinsip kebersihan dalam keseharian kita. Mulai dari mencuci tangan dengan benar, hingga menggunakan peralatan pribadi untuk makan. Anak-anak juga harus diberikan vaksinasi lengkap agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi yang mampu mentrigger encephalitis.
 
***

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id