03 March 2017 19143

Infeksi Menular Seksual

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, anus, maupun rongga mulut. Penyebab dari IMS dapat berupa bakteri, parasite, jamur, maupun virus. Agen penyebab infeksi ini berada pada cairan tubuh penderita infeksi dan akan menginfeksi tubuh partner seksual penderita saat terjadi kontak seksual.

Bagaimana sih cara penularan IMS itu?

IMS dapat menyebar melalui berbagai jenis cairan tubuh. Hal ini berarti, agen penyebab IMS dapat berada pada berbagai jenis cairan tubuh, termasuk sperma, cairan vagina, darah, dll. Karena IMS dapat ditularkan melalui darah, maka pemakaian jarum suntik secara massal juga merupakan salah satu bentuk penularan IMS. Penularan beberapa penyakit menular seksual dapat melalui penggunaan jarum suntik setelah sebelumnya digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Penyakit menular seksual juga dapat diturunkan dari ibu ke bayinya dan juga melalui air susu ibu. Sebagian besar penyakit menular seksual ditularkan melalui membran mukosa dari penis, vagina, rektum, saluran kemih, mulut, saluran napas, dan mata. Beberapa penyakit juga dapat ditularkan melalui sentuhan kulit langsung seperti herpes simplex. Semua perilaku seksual yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh harus dipikirkan memiliki risiko penularan penyakit menular seksual.

 

 

Apakah baik pria maupun wanita dapat terinfeksi IMS?

Ya, baik pria maupun wanita dapat terinfeksi IMS. Meskipun demikian, IMS memberikan dampak lebih buruk pada penderita wanita. Karena jika seorang wanita terkena IMS, saat dia hamil dia akan dapat menularkan infeksi tersebut ke bayi yang dikandungnya dan bayinya dapat menderita IMS kongenital.

Wanita juga berpotensi menderita gangguan kesehatan jangka panjang akibat IMS. Misalnya seorang wanita terkena infeksi chlamydia, jika infeksi tersebut kronis dapat menyebabkan pelvic inflammatory disease (PID) yang berpotensi menyebabkan abses tuba-ovarian. Abses tersebut dapat menyebabkan perlukaan pada organ reproduksi, sehingga dapat menyebabkan kehamilan ektopik, infertilitas, bahkan kematian pada wanita.

See ladies, betapa bahayanya IMS buat kitaaaa!

Apa saja sih gejala dari IMS itu?

Banyak yang tidak menyadari kalau mereka terinfeksi oleh PMS, namun umumnya gejala dari IMS adalah sebagai berikut:

  • Nyeri saat berkemih
  • Gatal, rasa terbakar, atau kesemutan pada alat kelamin
  • Luka, bintik-bintik, atau timbul benjolan pada area kelamin dan anus

IMS dapat menginfeksi pria maupun wanita, dan tentunya ada beberapa gejala khas yang hanya ada pada pria dan wanita sebagai berikut:

Gejala khas IMS pada pria

  • Keluarnya cairan dari penis
  • Iritasi pada alat kelamin

Gejala khas IMS pada wanita

  • Keputihan bewarna kuning atau hijau
  • Keputihan yang berbau
  • Pendarahan diluar siklus haid atau setelah berhubungan intim
  • Nyeri saat berhubungan
  • Nyeri perut bawah

Bagaimana cara mengobati IMS?

IMS itu ada banyaaak sekali jenisnya. Mulai dari gonorrhea, chlamydia, herpes genetalis, dan lain sebagainya masih banyak. Jadi untuk pengobatan IMS akan sangat tergantung sekali dari jenis IMS itu sendiri. Misalnya untuk IMS dengan jenis gonorrhea, karena dia disebabkan oleh bakteri, maka pengobatannya akan membutuhkan antibiotik

Yang perlu dicatat adalah tidak semua IMS dapat diobati, misalnya infeksi HIV-AIDS. Penderita HIV-AIDS tidak dapat sembuh, hanya dapat dilakukan maintenance untuk kondisi kesehatannya dan dilakukan pencegahan agar tidak terjadi infeksi oportunis.

Apa saja komplikasi dari IMS?

Seperti yang tadi dijelaskan, IMS dapat memiliki efek jangka panjang bagi kita. Dari sebuah infeksi akut, dapat berkembang menjadi kronis bahkan terjadi kondisi seperti infertilitas, keganasan, bahkan kematian. Misalnya infeksi HPV (human papilloma virus) yang merupakan penyebab dari kanker cervix yang merupakan penyebab kematian tertinggi ke-2 pada wanita.

IMS begitu berbahaya dan mengganggu. Lalu bagaimana sih cara menghindari IMS?

The absolute prevention of sexual transmitted disease (STD) a.k.a. IMS is abstinence in sexual activity! Hahahaha *digebukin orang sekampung*

Ya maksudnya pencegahan absolut dari IMS adalah tidak melakukan hubungan seksual, atau at least tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko. Dapat juga selalu menggunakan pelindung saat melakukan hubungan seksual, misalnya menggunakan kondom yang selain berperan sebagai alat kontrasepsi juga berperan sebagai pelindung dari IMS.

Ada beberapa jenis infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin. Misalnya infeksi HPV dapat diberikan Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks (kanker mulut rahim). Vaksin HPV merupakan salah satu metode pencegahan dengan cara pemberian vaksin yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah HPV menginfeksi sel yang bisa menyebabkan kanker leher rahim.

Penulis

Admin