06 November 2018 977

Pneumonia

dr. Laras Prabandini Sasongko
 
Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara paru-paru (alveolus). Peradangan ini menyebabkan kantung udara paru-paru terisi oleh cairan atau pus. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun infeksi bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari sebagian besar kasus pneumonia.
 
Sumber Gambar : mayoclinic.org
 
Tanda dan gejala pneumonia kurang lebih sama dengan tanda dan gejala influenza. Yang membedakan hanya tanda dan gejala pneumonia sifatnya relative lebih berat dan berlangsung lebih lama dari influenza. Tanda dan gejala yang hampir selalu ditemui pada kasus pneumonia adalah batuk berdahak, demam, sesak napas, dan nyeri dada saat batuk atau menarik napas. Jika pneumonia menyerang lansia, biasanya dapat sampai menyebabkan gangguan kesadaran. Sedangkan pada bayi dan anak-anak, pneumonia umumnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik selain terlihat lelah, sesak napas, dan susah menyusu atau makan.
 
Sumber Gambar : ushealthworks.com
 
Pneumonia dapat ditularkan dari mana saja, namun ada beberapa kondisi yang secara khusus dapat mentrigger pneumonia, seperti rawat inap di rumah sakit yang dapat berisiko terkena hospital-acquired pneumonia, yaitu pneumonia yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat di rumah sakit. Selain itu juga terdapat health-care pneumonia, yaitu pneumonia yang menyerang orang-orang yang tinggal dalam waktu lama di fasilitas kesehatan, seperti pusat dialysis atau rehabilitasi narkoba.
 
Jika anda mengalami tanda dan gejala pneumonia, dokter akan melakukan anamnesis untuk menggali riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, yang mana, pada pemeriksaan auskultasi umum didapatkan suara bubbling atau crackling yang mengindikasikan pneumonia. Untuk mengkonfirmasi dugaan diagnosis pneumonia, dokter akan melakukan pemeriksaan rontgen thorax. Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan lain yang dapat menegaskan diagnosis pneumonia seperti tes sputum dan tes darah.
 
Sumber Gambar : roswellpark.org
 
Pneumonia diterapi berdasarkan penyebabnya. Umumnya, pada pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, dokter akan meresepkan obat batuk (mucolytic dan expectorant) serta analgesic anti piretik, terutama jika terdapat demam. Pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, pengobatan tersebut akan ditambahkan dengan antibiotic.
 
Pneumonia umumnya bukanlah penyakit yang mengancam nyawa, namun jika tidak diberikan penanganan yang adekuat, dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan seperti bacteremia, sesak napas, efusi pleura, serta abses paru. Oleh itu, pneumonia harus mendapatkan terapi yang adekuat dan tentunya, lebih baik dicegah kejadiannya. Untuk pencegahan pneumonia dapat dengan memelihara kebersihan, menjaga kekebalan tubuh, menjauhkan diri dari asap rokok, serta vaksinasi PCV terutama untuk anak-anak usia balita.
 
***

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id