16 August 2021 753
Reasuransi Umum

Risiko dan Penyebab Fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion)

BLEVE, atau Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion, pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh J. B. Smith, W. S. Marsh dan W. L. Walls yang merupakan peneliti dari FM (Factory Mutual – sekarang bernama FM Global). Fenomena BLEVE terjadi ketika bejana berisi cairan runtuh/hancur akibat panas berlebih. Menurut CCPS atau Center for Chemical Process Safety, BLEVE didefinisikan sebagai ledakan yang dihasilkan dari kegagalan bejana berisi cairan pada suhu yang jauh di atas titik didihnya pada tekanan atmosfer normal.

Penyebab risiko BLEVE

BLEVE sebagian besar muncul ketika bejana dilalap api lalu panas dari api tersebut meningkatkan suhu dinding bejana dan meningkatkan tekanan internal dalam bejana. Akibatnya, terjadi keretakan pada dinding bejana dan uap terdorong keluar dari bejana sehingga terjadi penurunan tekanan secara tiba-tiba. Kemudian cairan dalam bejana akan mendidih dengan cepat dan tidak terkendali. Retaknya bejana menghasilkan ledakan dan jika cairannya mudah terbakar dapat menyebabkan percikan dan membentuk bola api.
BLEVE bisa terjadi dengan syarat 4 kondisi berikut terpenuhi:

 
  1. Harus ada substansi atau zat dalam bentuk cair. Sebagian besar BLEVE yang telah terjadi melibatkan cairan dan gas cair yang mudah terbakar. BLEVE dapat terjadi dengan cairan apa pun, bahkan air. Satu-satunya perbedaan adalah jika BLEVE melibatkan cairan yang tidak mudah terbakar maka bola api tidak akan terbentuk. Namun, masih akan ada efek merusak termasuk merambatnya creak pada struktur bejana bersama dengan kemungkinan kegagalan dan propulsi berikutnya.
  2. Cairan harus dalam wadah seperti bola, tangki atau bejana.
  3. Cairan harus berada pada suhu di atas titik didih normal pada tekanan atmosfer ketika tekanan di dalam bejana meningkat hingga di atas tekanan atmosfer. Cairan dalam bejana akan tetap dalam keadaan cair, walaupun suhunya berada di atas titik didih normalnya.
  4. Harus ada kegagalan dari bejana agar BLEVE bisa terjadi. Kegagalan bejana ini dapat disebabkan oleh kelemahan struktural internal bejana, kerusakan pada bejana tekan akibat korosi dan tumbukan mekanis, dan bejana tekan yang terpapar oleh kebakaran.

Risiko BLEVE yang pernah terjadi di dunia

Pada tanggal 19 November 1984, kebakaran dan ledakan beruntun besar terjadi di pusat penyimpanan dan distribusi LPG (Liquid Petroleum Gas) besar di San Juan Ixhuatepec, 20 km utara Mexico City. Fasilitas milik Perusahaan Minyak Negara Pemex terdiri dari enam tangki penyimpanan berbentuk bola (empat dengan volume 1600 m3 dan dua dengan volume 2400 m3) dan 48 tangki peluru horizontal silinder dengan ukuran berbeda. Pada saat bencana terjadi, tangki penyimpanan berisi 11.000 m3 campuran propana dan butana. Penyebab bencana diduga karena sejumlah besar LPG telah bocor dari pipa dan tumpahan LPG tersebut membentuk awan uap mudah terbakar yang ternyalakan. Awan uap tersebut kemudian tersulut sumber api dan meledak, kemudian disusul dengan kebakaran hebat di area pabrik. Ledakan pertama ini diikuti oleh belasan ledakan lainnya dalam satu jam berikutnya, beberapa di antaranya adalah tipe BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion) akibat pecahnya satu atau lebih tangki penyimpanan. Ledakan tersebut menyebabkan 600 orang meninggal, 700 orang mengalami luka-luka, 200.000 orang harus dievakuasi dan terminal hancur.


 

BLEVE
Gambar 1. Kebakaran dan Ledakan San Juan Ixhuatepec 1984
Sumber: https://app.emaze.com/@AOROZOZQQ#3


Pencegahan Risiko BLEVE

Pecahnya bejana dapat dicegah dengan mengimplementasikan semacam mekanisme katup ventilasi untuk membiarkan uap panas keluar langsung ke atmosfer. Dengan mengimplementasikan katup ventilasi tersebut, kejadian ledakan pada bejana bisa diminimalisir.

Dinding tangki bejana yang mengalami korosi juga bisa menyebabkan tekanan di dalam tangki tidak merata. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan maintenance dan tindakan sedemikian rupa agar tangki yang digunakan tidak mengalami korosi.

Perusahaan juga harus memastikan sistem proteksi kebakaran dengan semburan air tetap tersedia dan bekerja. Sistem ini memberikan perlindungan terhadap BLEVE. Pastikan juga karyawan diberikan edukasi dan pelatihan untuk mencegah risiko BLEVE terjadi. Ketahui kejadian terburuk yang dapat terjadi dalam pabrik, sistem apa yang tersedia untuk memastikan kejadian terburuk tersebut tidak terjadi, dan seluruh karyawan dan manajemen harus bertanggungjawab untuk memastikan sistem bekerja baik.

 

Sumber:
Aiche.org. 2012. BLEVE Overpressure: Small Scale Experiments and Multi-Scale Comparison with Literature Survey of Blast Wave Modeling. [online] Available at: [Accessed 10 August 2021].
Aiche.org. 2009. Process Safety Beacon. [online] Available at: [Accessed 10 August 2021].
Arturson G. The tragedy of San Juanico--the most severe LPG disaster in history. Burns Incl Therm Inj. 1987 Apr;13(2):87-102. doi: 10.1016/0305-4179(87)90096-9. PMID: 3580941.
Hrdp-idrm.in. 2021. Types of major chemical/industrial hazards - Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion (BLEVE) - Management Platform for Human Resource Development in the Field of Industrial Disaster Risk Management. [online] Available at: [Accessed 10 August 2021].
International, G., 2020. Knowing and avoiding a BLEVE explosion. [online] News.gminternational.com. Available at: [Accessed 10 August 2021].
Watts, S., 2020. What firefighters need to know about BLEVEs. [online] FireRescue1. Available at: [Accessed 10 August 2021].

 
 

Penulis

Swastika Utama S.Si., CRMO

Email: swastika@indonesiare.co.id