02 July 2021 97
Berita

Kasus Covid-19 kembali meningkat, Indonesia Re gelar webinar bersama dr. Reisa

re
Tangkapan layar webinar "Health Talk Covid with dr. Reisa Broto Asmoro" yang digelar Indonesia Re, Jumat (ANTARA)
 
Jakarta (ANTARA) -- Kembali melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, mendorong berbagai pihak turut serta membangun kesadaran untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.
 
Tak terkecuali, BUMN Reasuransi, Indonesia Re yang kembali menyelenggarakan webinar “Health Talk Covid with dr. Reisa Broto Asmoro” secara virtual pada Jumat, 25 Juni 2021 .
 
Dalam kesempatan ini, dr. Reisa sebagai narasumber utama sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru menjelaskan, kenaikan kasus ini kembali terjadi karena masyarakat
lengah dalam menjalankan protokol kesehatan.
 
"Tiga hari belakangan ini merupakan tamparan keras bagi masyarakat Indonesia dimana lonjakan kasusnya jauh lebih tinggi dari yang sebelumnya pernah terjadi di Indonesia dan tidak tahu hingga kapan pandemi ini berakhir", ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 ini.
 
Mengacu pada data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, penambahan jumlah kasus Covid-19 tercatat sebanyak 20.574 kasus dalam empat pekan terakhir sehingga total kasus terkonfirmasi positif menjadi 2.053.995 kasus per tanggal 24 Juni 2021.
 
Adapun jumlah yang meninggal dunia menjadi 55.949 orang setelah ada penambahan kasus meninggal sebanyak 335 orang per 24 Juni 2021.
 
Lebih lanjut Reisa menekankan, Covid-19 menunjukan gejala yang berbeda-beda pada tiap orang. ada yang tidak bergejala, bahkan tidak sedikit yang meunjukan gejala kritis dan fatal.
 
"Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tetap disiplin memakai masker dengan benar, jaga jarak, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas yang tidak mendesak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan," ungkap Reisa.
 
Webinar ini diikuti oleh seluruh pegawai Indonesia Re Group yaitu PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), PT Asuransi Asei Indonesia serta PT Reindo Syariah.