01 August 2022 79
Berita

Terus berkembang, kendaraan listrik akan jadi yang terbaik di masa depan

sdas

Ilustrasi - Kendaraan listrik. (Antaranews)


Jakarta (ANTARA) -- Product and Partnership Swiss Re Judith Wörle mengatakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) akan menjadi kendaraan terbaik di masa depan, terlihat dari penjualannya yang terus meningkat secara global.
 
Secara global penjualan kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan yang kuat, termasuk di Indonesia meski masih tergolong kecil hanya sekitar 0,5 persen dari penjualan mobil secara keseluruhan.
 
"Sejak tahun 2021, 6 juta mobil terjual secara global. Itu artinya setiap penjualan 10 unit mobil, 1 di antara 10 mobil yang terjual tersebut adalah mobil listrik," jelas Judith di acara MV Underwriting Sharing Session yang digelar secara virtual oleh Indonesia Re, Selasa.
 
Judith meyakini bahwa penjualan kendaraan listrik ini akan terus berkembang dengan cepat secara global, meski saat ini masih dipimpin oleh China.
 
"Pasar kendaraan listrik terbesar sejauh ini adalah China. Tetapi, pasar lain saya yakin akan sangat cepat menyusul nantinya," lanjutnya.
 
Meski tren global untuk kendaraan listrik ini masih belum besar, Judith berharap bisa berkembang sangat cepat pada tahun-tahun mendatang.
 
Keberadaan kendaraan listrik ini juga mendapat dukungan dari pemerintah, terutama dalam melakukan pengurangan emisi karbon, mengurangi polusi, hingga kebisingan lalu lintas di daerah yang padat penduduk.
 
Senada dengan Judith, Head of Marine and Aviation Department Indonesia Re Renny Rahmadi Putra mengatakan pemerintah Indonesia juga menargetkan penjualan kendaraan listrik ini pada tahun 2030.
 
"Pemerintah indonesia menargetkan pada tahun 2030 itu 600 ribu unit untuk mobil 2,45 juta untuk motor," bebernya.
 
Tak hanya didukung pemerintah, kendaraan listrik ini juga digadang memiliki banyak prospek atau potensi yang bagus ke depannya.
 
Dari segi fitur kendaraannya ada banyak keunggulan, seperti dari segi biaya perjalanan hingga harga sparepart yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan Internal Combustion Engine (ICE), yakni kendaraan yang masih masih menggunakan bahan bakar alam, seperti bensin, solar, dan sebagainya.