22 June 2023 3235
Pengetahuan Umum

Mengenal UX Process

User Interface/User Experience (UI/UX) merupakan bagian dari front-end sistem aplikasi dan tidak bisa dipisahkan meskipun memiliki pengertian masing-masing. Dalam aplikasi mobile dituntut untuk selalu user friendly, intuitif, dan sederhana.
 
UI adalah desain visual dari sebuah fungsi melalui elemen interaktif produk, seperti warna, layout, animasi, tombol, gambar, dan tipografi. Sementara itu, UX adalah sebuah konsep yang luas dengan banyak dimensi untuk menciptakan pengalaman penggunaan yang lancar pada produk atau layanan yang disajikan oleh sistem.
 
UI dan UX dapat dibedakan seperti dalam tabel berikut :
 
User Interface User Experience
Tampilan dari produk itu sendiri Kesan yang dirasakan oleh user terhadap suatu produk
Menangani interaksi antara manusia dan komputer Menangani interaksi end-user dengan setiap elemen dari sistem
Fokus pada elemen visual produk, seperti warna, layout, gambar, animasi, tombol, dan tipografi Fokus pada aspek emosional user
Bertujuan untuk menciptakan produk yang memiliki nilai estetika Bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lancar tanpa masalah serta intuitif
 
Secara garis besar, proses dalam membentuk sebuah UX (UX Process) adalah sebuah metode iteratif yang akan membantu pada pengembangan sistem untuk melakukan improvement terhadap desain front-end. Hal ini menandai bahwa dalam UX Process kita harus mendapatkan input dari user sebanyak mungkin pada setiap fase dimana kita dapat memberikan feedback melalui desain dari sistem. UX Proses antara satu desainer dengan desainer lainnya dapat berbeda tergantung pada faktor-faktor seperti project pembuatan sistem itu sendiri, end-user/client, anggaran/budget, deadline, dan level expertise dari desainer itu sendiri.
 
UX Process penting untuk dilakukan dalam setiap fase pengembangan dari sistem. Secara garis besar terdapat 4 area utama dalam UX Process, yaitu:
 
  1. Experience Strategy (ExS) - mengacu pada strategi desainer untuk menciptakan pengalaman user sebaik mungkin dari awal hingga akhir.
  2. Interaction Design (IxD) - fokus pada penerapan interface yang menarik dan intuitif sehingga user dapat menyelesaikan suatu proses secara efisien.
  3. User Research (UR)  -  mengacu pada survey, wawancara, studi, dan tes apapun yang dilakukan untuk memahami kebutuhan, pain point, dan preferensi user. Data ini kemudian akan digunakan untuk merancang produk atau layanan yang menjadi solusi.
  4. Information Architecture (IA) - merupakan struktur informasi dalam suatu produk yang membantu user dalam memahami cara penggunaan produk tersebut.
 
 
Manfaat UX Process
 
Jika ke-4 area tersebut telah terpenuhi, maka secara tidak langsung UX Process akan memberikan berbagai manfaat dalam menjawab kebutuhan bagi para desainer sistem, diantaranya:
 
  • Teknik yang mana, bagaimana, dan kapan
Dari berbagai teknik yang mungkin dilakukan dalam UX Process, desainer dapat memilih teknik mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan faktor-faktor yang telah yang disebutkan di atas dan memutuskan kapan dan bagaimana menggunakan teknik tersebut. Karena semua teknik mungkin tidak diperlukan untuk sebuah proyek, jadi desainer harus dapat memilih dengan bijak.
  • Menjaga semua orang berada di “halaman” yang sama
Desainer tidak hanya sekedar merancang, namun juga harus memikirkan cara untuk menjalankan proyek dalam hal UX. Karena proyek selalu merupakan sebuah kerjasama tim, desainer perlu mengkomunikasikan apa yang akan dilakukan kepada sekelompok orang yang akan bekerja dengannya. Memiliki UX Process akan membantu desainer dalam menjelaskannya dengan lebih mudah dan lebih jelas.
  • Menunjukan kompetensi dan tingkat pengalaman dari developer
Selain berguna untuk proyek tertentu, secara umum UX Process yang pernah dilalui oleh desainer dapat ditampilkan dalam portofolio untuk dilihat oleh klien atau recruiters, dan akan memberikan gambaran tentang tingkat pengalaman yang dimiliki. Jika pekerjaan UX Process ada di tingkat organisasi, UX Process organisasi akan menunjukkan kematangan tim UX di organisasi tersebut.
  • Membantu dalam memutuskan jumlah load pekerjaan yang akan dilakukan
Dengan memiliki UX Process, desainer dapat memutuskan teknik mana yang akan digunakan untuk setiap fase dan berdasarkan pengalaman tersebut dapat diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Hal ini tentu akan membantu dalam membuat estimasi harga dan waktu.
 

Penulis

Anisa Yulianti Roesminto,

Email: anisa@indonesiare.co.id