06 March 2017 208893

eGFR

GFR - glomerular filtration rate atau laju filtrasi glomerulus adalah laju rata-rata penyaringan darah yang terjadi di glomerulus. GFR merupakan cara terbaik untuk menentukan tingkat fungsi ginjal serta menentukan tingkat keparahan bagi penderita penyakit ginjal. Sebagian besar orang mungkin menggunakan tekanan darah dan kadar kolesterol sebagai indicator utama kesehatan mereka, terutama kesehatan cardiovascular. Sebagian besar orang mungkin tidak mengetahui bahwa GFR dapat menjadi indicator terhadap beberapa penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit ginjal.

Ketika ginjal kita bekerja dengan baik, ginjal akan menyaring zat-zat buangan (sebut saja limbah) dalam bentuk urine. Ketika terjadi penurunan fungsi ginjal, limbah tersebut tidak akan terbuang dengan sempurna. Produksi hormone juga akan terganggu.

Bagaimana cara menghitung GFR?

Pengukuran GFR standar memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal sehingga dinilai tidak praktis untuk pemeriksaan rutin. Untuk itu, biasanya GFR dihitung sebagai estimated GFR (eGFR) berdasarkan beberapa formula yang sudah divalidasi. Formula yang umum digunakan adalah formula dari MDRD (Modification of Diet in Renal Disease Study) yang dianggap lebih baik dari creatinine clearance yang dihitung dari bahan urine 24 jam maupun formula dari Cockcroft-Gault (CG). Formula MDRD ini membutuhkan informasi usia, jenis kelamin, ras dan kadar kreatinin serum. Walaupun eGFR merupakan pemeriksaan yang memiliki keakuratan tinggi untuk menilai fungsi ginjal seseorang, pemeriksaan ini dapat tidak cukup sensitive bagi beberapa orang, misalnya pada orang usia muda, wanita hamil, overweight/obesitas, atau orang dengan massa otot berlebih.

Untuk menentukan eGFR, kita membutuhkan angka creatinine. Creatinine itu sendiri adalah limbah yang dihasilkan oleh otot pada tubuh kita, yang mana produksinya dikontrol oleh ginjal.

Apa sih rumus untuk menghitung eGFR?


eGFR = 186 x (Creat / 88.4)-1.154 x (Age)-0.203 x (0.742 untuk wanita) x (1.210 untuk orang ras kulit hitam)

 

Rumusnya susah yaaaa… Cara ngitungnya gimanaa? Pake kalkulator apaaa?

Saya pun tak tau.

Saya mah pake eGFR calculator aja banyak di google cari ajah :D #tidakmembantu

Okee, eGFR sudah dihitung. Lalu bagaimana interpretasinya?

eGFR normal pada orang dewasa adalah ≥ 90. Semakin tua usia seorang, fungsi ginjalnya akan menurun, demikian pula dengan kadar eGFR-nya. Berikut adalah tabel referensi untuk kadar normal eGFR berdasarkan usia:

Usia (Tahun)

Rata-rata eGFR

20 – 29

 

116

 

30 – 39

 

107

 

40 – 49

 

99

 

50 – 59

 

93

 

60 – 69

 

85

 

≥ 70

 

75

 

 

 

 

Bagaimana jika hasil eGFR kita kurang dari normal?

Biasanya dokter akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan adanya gangguan fungsi ginjal serta mencari penyebab dari terjadinya gangguan fungsi ginjal dan penurunan eGFR. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan meliputi:

  • pemeriksaan analisa urine, dilakukan untuk melihat adanya protein atau darah pada urine
  • pemeriksaan darah rutin, dilakukan untuk mencari adanya infeksi atau tanda-tanda perdarahan
  • pemeriksaan gula darah, dilakukan untuk melihat ada tidaknya diabetes mellitus atau impaired glycose tolerance
  • pemeriksaan tekanan darah, dilakukan untuk memastikan ada tidaknya hipertensi
  • USG atau CT scan abdomen (especially ginjal, tentunya), dilakukan untuk memastikan ada tidaknya tumor, batu, atau kista pada ginjal
  • Biopsy ginjal, untuk memastikan jenis dari penyakit ginjal

eGFR yang kurang dari 60 dan berlangsung selama setidaknya 3 bulan menunjukkan adanya penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease, CKD). Pada penderita CKD, biasanya ditemukan protein pada pemeriksaan urine (proteinuria/albuminuria). Sedangkan pada penderita penyakit ginjal tahap awal, biasanya belum ditemukan protein, namun dapat ditemukan darah pada pemeriksaan urine (hematuria). Penderita CKD dengan severe proteinuria biasanya berisiko tinggi untuk menderita gagal ginjal. Berikut adalah tahapan dari CKD:

Stage

Penjelasan

eGFR

1

Adanya kerusakan ginjal (misalnya, terdapat proteinuria) dengan fungsi ginjal normal

≥ 90

2

Penurunan ringan fungsi ginjal

60 – 89

3a

Penurunan ringan-sedang fungsi ginjal

44 – 59

3b

Penurunan sedang-berat fungsi ginjal

30 – 44

4

Penurunan berat fungsi ginjal

15 – 29

5

Gagal ginjal

<15

Bisakah eGFR seseorang menurun atau terdapat proteinuria, namun dia merasa sehat-sehat saja?

Tentu bisaaaa…


Penyakit ginjal tahap awal memang biasanya asimptomatik (tidak menunjukkan gejala), kakaak. No pain, neither any other symptoms. Semakin rendah angka eGFR atau semakin parah proteinurianya, baru dia akan merasakan beberapa gejala seperti pembengkakan pada ekstremitas, peningkatan tekanan darah, mual, muntah, atau penurunan nafsu makan.

Ginjal penderita CKD tidak dapat berfungsi dengan maksimal dan dapat terjadi gangguan dalam hal penyaringan darah, produksi hormone, serta pengaturan keseimbangan kalsium dan sodium. Sehingga pada penderita CKD dapat timbul beberapa gejala seperti peningkatan tekanan darah, anemia, kerapuhan dan kelemahan tulang, malnutrisi, dan gangguan jantung.

Siapa saja sih yang berisiko tinggi untuk terjadi gangguan fungsi ginjal?

Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit ginjal, misalnya:

  • Penderita diabetes mellitus
  • Penderita hipertensi
  • Usia lanjut (lebih dari 60 tahun)
  • Adanya riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
  • Ras African-American, Hispanic, Asian, atau American-Indian

Adakah pengobatan yang dapat diberikan bagi penderita CKD?

Semakin awal dideteksi, pengobatan yang diberikan dapat lebih efektif dan penderita akan memiliki prognosis yang lebih baik. Selain itu, penderita CKD juga akan disarankan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Mengendalikan tekanan darah, dapat dilakukan dengan ACE inhibitor atau angiotensin-receptor-blocker yang juga dapat berfungsi sebagai kidney-protector
  • Mengendalikan kadar gula darah
  • Menurunkan berat badan, bagi penderita dengan overweight atau obesitas
  • Diet rendah lemak
  • Mengendalikan kadar kolesterol
  • Berolahraga
  • Tidak merokok
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Melakukan kontrol dan pengobatan rutin ke dokter

Pada penderita CKD tahap 5 (gagal ginjal), akan dibutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal yang dapat berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Dialysis adalah terapi yang bertujuan untuk membuang limbah dan cairan berlebih dari dalam darah. Dialysis dapat dilakukan dalam bentuk hemodialysis atau peritoneal dialysis. Transplantasi ginjal adalah pendonoran ginjal untuk mengganti fungsi ginjal yang sudah rusak dan dalam tahap irreversible.

 

 

*********

Penulis

Admin