06 March 2017 2785

Serangan Jantung di Usia Muda

Dunia musik Indonesia pada Minggu malam kemarin berduka karena kematian penyanyi Mike Mohede yang diduga diakibatkan meninggal karena serangan jantung. Hal ini cukup mengejutkan karena usia Mike masih relative muda, yaitu 32 tahun. Namun, hal ini juga bukan berita baru karena pada beberapa tahun ini memang cukup banyak kasus orang usia muda yang terkena serangan jantung yang tidak jarang berakibat fatal. Mengapa saat ini trend serangan jantung mulai mengarah ke usia muda?

Sebelumnya, mari kita membahas tentang penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan serangan jantung.

Penyempitan pada pembuluh darah koroner jantung memiliki peranan utama mengapa kematian mendadak terjadi. Penyempitan pembuluh darah dapat disebabkan oleh plak yang terbentuk akibat timbunan kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah. Penyempitan pembuluh darah koroner, jika mencapai 80%, artinya hanya 20% saja yang dapat dilewati darah, menyebabkan darah mengental atau menggumpal. Sehingga asupan darah ke jantung berkurang sangat drastis.

Penyempitan pembuluh darah, lanjutnya, tidak memandang usia seseorang. Oleh sebab itu, meskipun masih berusia muda, penyempitan pembuluh darah bisa terjadi apabila seseorang memiliki faktor risiko sehingga ia menjadi lebih rentan mengalami serangan jantung.

Ada dua faktor risiko dari kematian mendadak yang berkaitan dengan penyakit jantung. Pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (unmodifiable risk factor) dan kedua adalah faktor risiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factor). Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dapat berupa faktor keturunan atau genetik, faktor usia, dan jenis kelamin. Besarnya masing-masing faktor dalam mempengaruhi risiko penyakit jantung berbeda-beda pada setiap orang. Sebagai contoh, untuk faktor genetik adalah kadar lipoprotein dalam darah. Semakin kuat faktor genetik mempengruhi bila kada protein ini tinggi. Semakin tinggi kadar protein ini maka semakin tinggi pula risiko terjadinya serangan jantung.

Faktor usia juga tidak dapat dihindarkan. Semakin tua usia seseorang, maka kekenyalan pembuluh darah pun akan berkurang. Sedangkan faktor jenis kelamin, laki-laki lebih rentan mengalami penyumbatan pembuluh darah dibandingkan perempuan, karena perempuan memiliki hormon estrogen yang mencegah menyempitan pembuluh darah.

Untuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi misalnya adalah gaya hidup. Kebiasaan seperti merokok, kurang olahraga, memiliki kadar kolesterol tinggi, dan stres adalah beberapa faktor risiko yang dapat diubah.

Serangan jantung dapat didahului dengan gejala atau tanpa menunjukkan gejala apapun sebelumnya. Umumnya memang ada gejala sebelumnya seperti nyeri dada dan sesak, namun bisa juga tidak diawali oleh gejala apapun. Seringkali penyumbatan pada pembuluh darah tak menunjukkan gejala spesifik, sehingga banyak orang tak sadar jika dirinya sudah memiliki sumbatan.  Bila sudah ada yang tersumbat, kinerja jantung dapat terganggu.

Olahraga berat bisa menjadi sangat berbahaya karena dapat memicu serangan jantung. Olahraga berat membutuhkan aliran darah yang cepat sehingga membuat kerja jantung lebih berat. Saat terjadi penggumpalan darah, ketika melewati pembuluh darah yang menyempit, maka darah dialirkan semakin lambat. Padahal saat olahraga berat dibutuhkan aliran darah yang cepat. Hal inilah yang dapat memicu kematian mendadak.

Untuk mencegah serangan jantung, perlu dihindari faktor-faktor risikonya. Anda memang hanya bisa pasrah dan berdoa untuk faktor yang tidak dapat diubah, namun pengupayaan optimal untuk faktor yang dapat diubah masih dapat dilakukan. Hal yang dapat dilakukan, antara lain dengan menjaga pola makan yang sehat yaitu rendah lemak dan rendah garam. Kemudian, olahraga ringan hingga moderat, namun teratur, dan menghindari rokok serta alkohol.

Saat ini penyakit jantung koroner pada usia muda pun mulai umum terjadi. Jika dulu hanya orang-orang tua saja yang dianggap memiliki resiko serangan jantung, saat ini orang-orang muda pun memiliki resiko yang sama besarnya. Mengapa demikian? Sekali lagi pola makan serta gaya hidup tak sehat menjadi penyebab utamanya.

Gaya hidup orang-orang muda, khususnya yang tinggal di perkotaan umumnya tidak cukup baik. Konsumsi junk food, makanan cepat saji, rokok, alkohol serta kurang istirahat akibat kerja terlalu keras merupakan stereotype orang muda perkotaan masa kini.

Selain itu, stress dan kurangnya waktu yang tersedia untuk berolah raga dapat menjadi pemicu serangan jantung pada usia muda. Kadar kolesterol yang tinggi, hipertensi, diabetes mellitus merupakan faktor-faktor yang dapat mengarah pada serangan jantung.

Orang yang bertubuh terlalu gemuk juga memiliki resiko besar menderita serangan jantung, apalagi jika ada riwayat keturunan keluarga yang pernah mengalami masalah dengan serangan jantung.

Apabila Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor resiko yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan jantung Anda pada dokter spesialis jantung agar bisa mendapatkan pemeriksaan yang lengkap meliputi pemeriksaan EKG untuk mengetahui apabila ada kelainan pada jantung Anda.

Mulailah mengubah gaya hidup Anda, berhenti merokok saat ini juga. Merokok tidak hanya akan merusak kesehatan paru-paru tetapi juga jantung Anda. Usahakan untuk memanajemen stress yang berasal dari pekerjaan dan juga beban hidup, jaga berat badan agar tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Makan makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi serta melakukan olah raga rutin dan teratur setidaknya tiga kali seminggu sangat disarankan untuk mencegah munculnya penyakit jantung koroner.

 

 

********

Penulis

Admin