06 March 2017 4903

Malaria

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasite dan ditransmisikan oleh nyamuk Anopheles betina. Kejadian malaria umum ditemukan pada daerah tropis dan subtropis, apalagi pada musim hujan seperti ini. Oleh karena itu, orang yang tinggal atau pernah berpergian ke daerah tropis dan subtropics memiliki risiko cukup tinggi untuk terkena malaria.

Penderita malaria umumnya tidak menunjukkan tanda dan gejala apapun pada minggu-minggu awal infeksi. Setelah masa inkubasi lewat, penderita akan mulai menunjukkan tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Demam tinggi dan meriang, hingga menggigil
  • Berkeringat
  • Nyeri kepala
  • Badan yang lemah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual
  • Muntah
  • Jaundice (kulit yang kekuningan)

Lho? Kok bisa sampai ada jaundice di penderita malaria? Itu karena, parasite malaria dapat mengalir di darah dan menuju liver. Kemudian si parasite akan menetap (dormant) di liver untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, pada beberapa penderita malaria yang berat dapat terjadi pembengkakan pada liver dan lien (hepatosplenomegaly).

Singkatnya, proses transmisi malaria umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Nyamuk yang menggigit penderita malaria dapat turut terinfeksi malaria
  2. Jika si nyamuk yang sudah terinfeksi menggigit orang lain, maka orang lain itu dapat terinfeksi malaria
  3. Parasite malaria akan ikut di aliran darah dan menetap di liver untuk waktu yang lama (dapat sampai satu tahun)
  4. Parasite yang sudah matur dapat meninggalkan liver dan menginfeksi sel darah merah, saat inilah tanda dan gejala malaria mulai muncul
 
 


Kembali lagi ke tahap pertama, ketika nyamuk menggigit penderita malaria, nyamuk tersebut dapat terinfeksi malaria .Selain siklus umum tersebut, malaria juga dapat ditransmisikan melalui beberapa metode seperti dari ibu ke janinnya, melalui transfuse darah, dan melalui penggunaan jarum suntik bersama.

Diagnosis malaria dapat ditegakkan melalui pemeriksaan apusan darah tebal dan tipis untuk mendeteksi keberadaan Plasmodium. Selain itu, beberapa pemeriksaan lain yang dapat dilakukan meliputi:

  • Kultur darah
  • Konsentrasi hemoglobin
  • Hitung platelet
  • Tes fungsi liver
  • Tes fungsi ginjal

Pengobatan malaria bergantung pada jenis parasite yang menyebabkan infeksi:

  • P. falciparum dan P. knowlesi malaria umumnya diterapi dengan quinine atau quinidine sulfate dan doxycycline atau clindamycin. Untuk P. falciparum yang resisten terhadap regimen tersebut dapat diterapi dengan chloroquine
  • P. vivax dan P. ovale malaria diterapi dengan chloroquine
  • P. malariae malaria diterapi dengan chloroquine

Penderita malaria umumnya menunjukkan perbaikan pada 48 jam setelah pemberian terapi dan dapat bebas demam pada 96 jam setelah pemberian terapi. Walaupun demikian, ada beberapa kondisi di mana malaria dapat berakibat fatal. Malaria dengan parasite P. falciparum umumnya memiliki prognosis yang buruk karena dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi seperti berikut:

Cerebral malaria, yaitu ketika parasite pada sel darah telah menyebabkan pembengkakan pada otak dan menimbulkan kerusakan otak, kondisi ini dapat menyebabkan koma

  • Edema paru
  • Gagal liver
  • Gagal ginjal
  • Perdarahan (coagulopathy)
  • Kejang akibat penurunan kadar gula darah secara drastis 


Jika anda berencana untuk berpergian ke daerah endemic malaria, maka ada baiknya anda mengambil tindakan pencegahan seperti minum obat profilaksis malaria seperti doxycycline. Selain itu, ada baiknya juga untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di daerah rumah kita.

 

 

*********

Penulis

Admin