29 April 2019 10323

Mengapa Garam Dapat Menyebabkan Tekanan Darah Meningkat?

Hampir semua orang suka makan makanan yang asin atau makanan yang mengandung garam. Sebagian besar makanan –terutama makanan berat- pasti menggunakan garam di dalamnya. Kalau tidak, tentunya rasanya jadi hambar dong? Tetapi, tentunya kita semua tahu informasi yang menyebutkan kalau mengkonsumsi garam dalam jumlah berlebih berpotensi menyebabkan peningkatan tekanan darah dan pada akhirnya akan menyebabkan hipertensi.
 
Memang, bagaimana sih caranya kok garam bisa menyebabkan tekanan darah jadi meningkat?
 
Garam mengandung natrium (NaCl) yang berperan dalam pengaturan volume dan tekanan darah. Natrium juga memiliki peranan untuk mengatur kontraksi otot dan transmisi sel saraf, serta membantu menjaga keseimbangan air, elektrolit, serta kadar asam dan basa tubuh. Selain itu, natrium juga memiliki sifat mengikat air.
 
Ketika mengkonsumsi garam dalam jumlah berlebih, otomatis terjadi peningkatan kadar natrium dalam darah. Peningkatan natrium ini akan menyebabkan kondisi hipertonis di mana air tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal. Hal ini, jika terjadi berlarut-larut, dapat menyebabkan peningkatan volume darah dalam tubuh.
 
Sumber foto: https://slideplayer.com/slide/6659192/
 
Tubuh kita itu pintar dan mudah beradaptasi. Volume darah yang berlebih tentunya bukan kondisi yang nyaman, oleh karena itu, tubuh harus melakukan adaptasi untuk dapat menyesuaikan kondisi ini. Nah, pada kasus ini, pembuluh darah arteri lah yang harus beradaptasi dengan menebalkan dirinya untuk dapat mengakomodir peningkatan volume darah agar tidak terjadi gangguan sirkulasi darah. Penebalan arteri ini, sayangnya memiliki efek samping, yaitu membuat lumen pembuluh darah menjadi sempit (vasokontriksi).
 
Pada awalnya, kondisi vasokontriksi ini memang tidak membuat akibat yang berarti. Namun, lama-kelamaan, adanya vasokontriksi dengan volume darah yang tinggi akan membuat terjadinya peningkatan tekanan darah. Inilah, salah satu etiologi dari penyakit hipertensi.
 
 
Sumber foto: https://www.nationwidepharmacies.co.uk/nwp-news/reduce-salt-in-your-diet-top-tips-and-advice/
 
Lalu, apa kita tidak boleh mengkonsumsi garam?
 
Tentu boleh dong. Garam itu memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita, seperti melancarkan metabolisme, menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta menyehatkan fungsi pencernaan kita. Apalagi jika kita mengkonsumsi garam yang mengandung yodium, yang mana dapat mencegah penyakit tiroid. Yang tidak boleh adalah mengkonsumsi garam secara berlebihan.
 
 
Sumber foto: https://www.cdc.gov/salt/sodium_infographics.htm
 
Berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, konsumsi garam maksimum perhari tidak boleh melebihi 6 gram atau sekitar satu sendok teh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nutrifood Research Centre, setengah sendok teh garam pada orang sehat saja dapat meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 5 point dan tekanan darah diastolic sebesar 3 point. Itu pada orang yang sehat lho, bagaimana dengan orang yang sudah memiliki riwayat hipertensi? Tentunya lebih berisiko ya!
 
Nah, teman-teman, apa sudah siap mengurangi konsumsi garammu hari ini? J
 
 
 

********

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id