26 December 2019 1939

Pentingnya Kalsium untuk Tubuh

 

Kalsium merupakan salah satu mikronutrien yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Walaupun demikian, banyak yang berpikir kalau kalsium hanya memiliki manfaat untuk tulang dan gigi kita saja. Padahal kenyataannya, kalsium sangat bermanfaat bagi seluruh tubuh kita. Yuk, kita bahas tentang kalsium lebih dalam!

Mengapa kita harus mengkonsumsi kalsium?

 

Sumber foto: http://med50.blogspot.com/2010/12/how-can-you-prevent-osteoporosis.html

Tanpa kita sadari, berbagai organ pada tubuh kita memerlukan kalsium untuk dapat mempertahankan fungsi dan metabolisme normalnya. Tulang dan gigi kita jelassss memerlukan kalsium, yaitu untuk menghindarkan diri dari terjadinya kekeroposan dan untuk memulihkan kembali jaringan tulang dan gigi yang mengalami kerusakan. Kalsium juga penting bagi jantung kita untuk mengendalikan kontraksi jantung agar tetap pada ritme normalnya, serta untuk memelihara kadar tekanan darah. Kalsium juga memiliki peranan penting pada proses pembentukan sel darah, di mana kalsium turut berperan dalam proses pembentukan trombosit (sel keping darah) dan faktor pembekuan darah. Selain itu, kalsium juga dapat berfungsi sebagai ‘penenang’ serta ‘pereda nyeri’ alami bagi sistem saraf kita.

Melihat banyaknya peranan kalsium, kita tentu sepakat bahwa tubuh kita mutlak memerlukan kalsium. Sayangnya, tubuh kita tidak dapat membentuk kalsium dengan sendirinya, sehingga untuk dapat memenuhi kebutuhan kalsium, kita harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kalsium. Beberapa makanan dan minuman yang kaya akan kalsium di antaranya adalah susu, yoghurt, keju, telur, brokoli, ikan salmon, ikan sarden, serta kacang kedelai. Selain itu, kita juga dapat mengkonsumsi suplemen kalsium yang sudah banyak beredar di pasaran untuk memastikan kebutuhan kalsium harian kita dapat terpenuhi.

Seberapa banyak sih, kebutuhan kalsium harian kita?

The Institute of Medicine telah menetapkan jumlah asupan kalsium harian berdasarkan kelompok usia berikut:

Kelompok Usia

Kebutuhan Kalsium Harian

0 – 6 bulan

200 mg

7 – 12 bulan

260 mg

1 – 3 tahun

700 mg

4 – 8 tahun

1000 mg

9 – 18 tahun

1300 mg

19 – 70 tahun

1000 mg

Lebih dari 70 tahun

1200 mg

Kalau dilihat dari tabel di atas, kebutuhan kalsium tertinggi adalah pada kelompok usia 9 – 18 tahun. Hal tersebut wajar, karena pubertas dan percepatan pertumbuhan terjadi pada kelompok tersebut sehingga dibutuhkan kalsium dalam jumlah yang relatif banyak untuk menopang pertumbuhan tersebut.

Kelompok usia tua –di atas 70 tahun- juga memiliki kebutuhan kalsium harian yang cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan pelepasan kalsium dari tubuh –yang terjadi melalui keringat, sel kulit, dan kotoran- relatif meningkat pada kelompok usia tersebut. Hal ini akan menjadi lebih parah pada wanita, yang mana jika telah mengalami menopause, maka kadar kalsium dalam tubuhnya akan menurun secara drastis seiring dengan penurunan kadar estrogen pada tubuhnya.

Selain dari kelompok usia, kebutuhan kalsium juga dapat berbeda pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil dan ibu menyusui yang juga memerlukan kalsium untuk memenuhi kebutuhan janin atau bayinya. Selain itu, orang yang menjalani diet vegan/vegetarian, memiliki intoleransi laktosa, menjalani pengobatan kortikosteroid, serta memiliki penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan kalsium juga akan membutuhkan asupan kalsium lebih banyak dari orang lain yang sekelompok usia dengannya.

Baguskah mengkonsumsi suplemen kalsium itu?

Sumber foto: https://www.alodokter.com/daftar-makanan-berkalsium-tinggi

Idealnya, asupan kalsium kita dipenuhi melalui konsumsi makanan atau minuman yang kaya kalsium. Sayangnya, tidak semua orang memiliki pola makan seimbang, atau memiliki akses akan makanan dan minuman yang berkalsium tinggi. Jika pada kondisi tersebut, kita mungkin akan memerlukan asupan kalsium tambahan melalui suplemen kalsium. Walaupun demikian, konsumsi suplemen kalsium tetap harus dilakukan secara hati-hati dan –jika diperlukan atau memungkinkan- dilakukan dalam pengawasan dokter.

Yang perlu kita ingat adalah tubuh kita tidak dapat menyerap kalsium dalam jumlah banyak pada satu waktu. Sehingga, konsumsi suplemen kalsium dengan kadar yang terlalu tinggi sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Malahan, ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa konsumsi suplemen kalsium dalam dosis tinggi dapat menyebabkan terjadinya hiperkalsemia yang dapat memicu terjadinya kerusakan ginjal dan jantung. Idealnya, dalam satu waktu konsumsi, kita hanya mengkonsumsi suplemen kalsium dengan kadar maksimum 500 mg. Selain itu, kita juga sebaiknya memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh kita agar kalsium dalam tubuh kita dapat diserap dan dimanfaatkan dengan maksimal.

 

 

********

Penulis

dr. Laras Prabandini Sasongko, AAAIJ

Email: laras@indonesiare.co.id